Dalam kegiatan outing atau gathering perusahaan, games sering menjadi salah satu aktivitas yang paling ditunggu. Suasana menjadi lebih cair, peserta tertawa bersama, dan kompetisi membuat acara terasa lebih hidup. Namun, apakah games yang seru berhasil membangun kerja sama tim? Jawabannya, belum tentu.
Games yang menyenangkan memang dapat membantu menciptakan suasana positif dan mendekatkan peserta. Akan tetapi, ketika perusahaan memiliki tujuan yang lebih spesifik, seperti meningkatkan komunikasi, melatih kepemimpinan, atau memperkuat kolaborasi, keseruan saja belum tentu cukup.
Di sinilah pentingnya memahami perbedaan antara fun games dan games team building. Keduanya dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan, tetapi memiliki pendekatan dan tujuan yang bisa berbeda.
Hal ini berkaitan dengan Experiential Learning Theory yang dikembangkan oleh David A. Kolb. Teori ini menjelaskan bahwa pembelajaran melalui pengalaman melibatkan proses refleksi, pembentukan pemahaman, dan penerapan hasil pembelajaran. Artinya, keberhasilan menyelesaikan permainan belum tentu membuat peserta memahami apa yang bisa dipelajari dari pengalaman tersebut.